Jumat, 20 Juli 2012
Novel Hujan Punya Cerita Tentang Kita By Yoana Dianika
"Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan,
seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan.
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga.
Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan:
aku ingin hari depanku selalu bersamamu.
Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak peru tahu" -Yoana Dianika-
"Aku mencintaimu Kie dengan caraku sendiri, walaupun itu membuatku sakit sekalipun" -Ranggadipta-
"Kalau bisa berlari, kenapa harus berjalan ? Saat kamu berjalan, kamu ketinggalan sepersekian detik dari hal yang bisa dikerjakan dengan berlari" -Kinanthi-
Novel Sunshine Becomes You By Ilana Tan
Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.
Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.
Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.
"Walaupun tidak ada hal lain didunia ini yang bisa kau percayai, yakinlah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hati" ( ◦˘ З(◦'ں'◦)" -Mia Clark-
"Seseorang pernah berkata padaku bahwa dia tidak tahu kenapa aku bisa mencintai orang seperti dirinya. Terus terang saja, aku juga tidak tahu. Kurasa aku termasuk salah satu orang yang merasa kamu tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena cinta terjadi begitu saja. KAU TIDAK BISA MEMAKSAKAN DIRI MENCINTAI SESEORANG, sama seperti KAU TIDAK BISA MEMAKSAKAN DIRI MEMBENCI SESEORANG YANG KAU CINTAI" -Alex Hirano-
Senin, 09 Juli 2012
Mungkin, Aku Yang Terlalu Banyak Berharap ( By Kak Dwitasari )
Like This banget sama tulisan karyanya Kak Dwitasari, NGENA banget kehati ! PAS banget sama yang aku alami. SUKA banget deh pokoknya sama semua karya tulisnya Kak Dwitasari, mau liat karya-karya tulisannya join aja ke blognya dwitasarii.blospot.com . Terimakasih buat Kak Dwitasari :) terus berkarya buat karya tulisnya !
Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.
Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kau letakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?
Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.
Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.
Aku menjadi takut kehilangan kamu. Siksaan datang
bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada di sampingku. Kamu seperti
mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun.
Aku sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara.
Napasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah
jika kamu selalu kunomorsatukan?
Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku.
Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan
mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu tak
merasakan yang juga aku rasakan?
Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku,
karena kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku
seringkali menjatuhkan air mata untukmu? Aku selalu kehilangan kamu, dan
kamu juga selalu pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku
siapa? Kekasihmu? Bodoh! Tolol! Hadir dalam mimpimu pun aku sudah
bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu seutuhnya. Mungkinkah? Bisakah?
Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung
mana saja yang belum kamu tepati. Begitu sering kamu menyakiti, tapi
kumaafkan lagi berkali-kali. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan
membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau
hempaskan dengan begitu bulus. Seberapa tidak pentingkah aku? Apakah aku
hanyalah persimpangan jalan yang selalu kau abaikan – juga kau tinggalkan?
Apakah aku tak
berharga di matamu? Apakah aku hanyalah boneka yang selalu ikut
aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bosa bicara banyak, juga tak
ingin mengutarakan semua yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak
berbicara tentang cinta, jika kau terus tulikan telinga. Aku tak mungkin
bisa berkata rindu, jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin
jauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam
percakapan panjangku dengan Tuhan.
Sadarkah jemarimu
selalu lukai hatimu? Ingatkah perkataanmu selalu menghancurleburkan
mimpi-mimpiku? Apakah aku tak pantas bahagia bersamamu? Terlau banyak
pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku mencintaimu yang belum tentu
mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.
Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kau letakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?
Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.
Namun, semua jauh
dari harapku selama ini. mungkin, memang aku yang terlalu berharap
terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari
letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang bodoh.
Akulah yang bersalah!
Tenanglah, tak perlu
memerhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti kok, terutama jika sebabnya
kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak
sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.
Menjauhlah. Aku ingin
dekat-dekat dengan kesepian saja, di sana lukaku terobati, di sana tak
kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti topeng dengan mudahnya,
yang berkata sayang dengan gampangnya.
dari seseorang
yang kehabisan cara
membuktikan
rasa cintanya
Jumat, 06 Juli 2012
Blink - Sejuta Rasanya
Awalnya biasa, sungguh ku tak menyangka
Dirimu ternyata membuatku cinta
Namun kini pikiranku hanya tertuju padamu
Sungguh ku tenggelam dalam khayal cinta
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Jatuh cinta oh sejuta rasanya
Oh dia bisa membuatku menggila
Bertemu denganmu membuatku bahagia
Walau aku tak tahu harus bagaimana
Jatuh cinta (jatuh cinta) oh sejuta rasanya (sejuta rasanya)
Oh dia bisa (dia bisa) membuatku menggila (membuat ku gila)
Jatuh cinta kepadanya sejuta rasanya
Dewa cinta tolonglah dekatkan ’ku padanya
Aku ingin ucapkan kata cinta
Jatuh cinta (jatuh cinta) oh sejuta rasanya (sejuta rasanya)
Oh dia bisa (dia bisa) membuatku menggila (membuat ku gila)
Jatuh cinta (jatuh cinta) oh sejuta rasanya (sejuta rasanya)
Oh dia bisa (dia bisa) membuatku menggila (membuat ku gila)
Dirimu ternyata membuatku cinta
Namun kini pikiranku hanya tertuju padamu
Sungguh ku tenggelam dalam khayal cinta
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Jatuh cinta oh sejuta rasanya
Oh dia bisa membuatku menggila
Bertemu denganmu membuatku bahagia
Walau aku tak tahu harus bagaimana
Jatuh cinta (jatuh cinta) oh sejuta rasanya (sejuta rasanya)
Oh dia bisa (dia bisa) membuatku menggila (membuat ku gila)
Jatuh cinta kepadanya sejuta rasanya
Dewa cinta tolonglah dekatkan ’ku padanya
Aku ingin ucapkan kata cinta
Jatuh cinta (jatuh cinta) oh sejuta rasanya (sejuta rasanya)
Oh dia bisa (dia bisa) membuatku menggila (membuat ku gila)
Jatuh cinta (jatuh cinta) oh sejuta rasanya (sejuta rasanya)
Oh dia bisa (dia bisa) membuatku menggila (membuat ku gila)
Kamis, 05 Juli 2012
Sahabat Kecil - Ipang
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Janganlah berganti
janganlah berganti
janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
janganlah berganti
janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
janganlah berganti
janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Picture of ASEMDUKAT anaksembilanduaserikat
Merujak bareng @kelas92
Berenang bareng @antarsita
Lagi pelajaran kosong mengeksis
Birthdaynya Bu Eva (guru TIK)
Birthdaynya Abang Akhmad Dayrobi (ketua kelas 92)
Ujian Praktek Seni Budaya
92 muka kamera (*^▽^*)
Birthdaynya Kak Shinta Angraini
Karaoke bareng @thebrothers
Ujian Praktek Olahraga
Abis Nasyid
Sarapan bareng, Abis jogging bareng
Langganan:
Komentar (Atom)











