Jumat, 20 Juli 2012

Novel Rumah Lentera By Neni Jahar



Ketika pertengkaran demi pertengkaran dengan sang kakak semakin sering mewarnai hari-harinya, Vien menyerah. Ia butuh ruang. Ia tak mau terus-menerus disalahkan dan dianggap anak kurang ajar, apalagi kalau sampai Ega, pacarnya, dibawa-bawa. Tahu apa kakaknya soal Ega? Karena tak ingin selalu disalahkan dan dihakimi, Vien pun memutuskan pergi.

Namun semua berubah ketika Vien menemukan Rumah Lentera serta para penghuninya yang unik. Di rumah itu ia tak menyangka akan menemukan arti keluarga, persahabatan, dan kepedulian sesungguhnya. Bahkan setelah tinggal di sana, untuk pertama kalinya Vien tidak menyontek saat ujian, mematuhi jam malam, dan... bertemu lagi dengan Edry, cinta pertamanya di SMA!

Sayangnya, hari-hari bahagia Vien di Rumah Lentera tidak lama. Ia harus kembali dan menghadapi kenyataan yang selama ini dihindarinya. Ia harus menghadapi keluarganya, sahabatnya, Ega, dan tentu saja... Edry.

 "Lentera itu tidak seperti lampu yang terang benderang. Cahayanya redup, tapi tetap bisa menerangi orang lain. Lentera tidak seperti lampu yang bisa menyala terang hanya dengan menekan tombol. Dia butuh minyak, butuh sumbu, butuh api. Semua itu harus dipenuhi oleh lentera sebelum memberikan cahaya, yang bahkan tidak begitu terang. Tapi itulah lentera. Walaupun harus melalui perjalanan yang tidak praktis untuk memberikan cahaya yang bahkan tidak begitu terang, dia tetap menyala, memberikan cahaya pada siapapun yang membutuhkannya. Dia menerangi dalam keterbatasannya" -Kak Adly-


"Kalo kamu belum bisa menerangi orang lain, terangilah dirimu sendiri dulu. Supaya kamu bisa melihat mana jalan yang benar untuk dilalui" -Kak Adly-











Tidak ada komentar:

Posting Komentar